tekanan darah tinggi
Tekanan Darah Tinggi (hipertensi)
| Jantung dan Pembuluh Darah |
Tekanan darah merupakan tekanan yang mengalir melalui pembuluh darah melawan dinding pembuluh darah.Tekanan darah tergantung pada:- Berapa banyak darah yang dipompa oleh jantung: makin banyak volumenya maka makin tinggi tekanannya.
- Resistensi pembuluh darah (daya tolak) terhadap aliran darah: makin sempit pembuluh darah makin besar tekanannya. Penyempitan dapat disebabkan oleh terbentuknya plak kolesterol di dinding bagian dalam arteri.
- Tekanan darah sistolik
- Merupakan angka pertama pada tekanan darah yang terbaca.
- Sistolik mengacu pada tekanan darah ketika memompa darah melalui pembuluh darah arteri ke seluruh tubuh. - Tekanan darah diastolik
- Merupakan angka kedua pada tekanan darah yang terbaca.
- Diastolik mengacu pada tekanan darah ketika jantung beristirahat diantara ketukan dneyut jantung.
Pada umumnya ketika mengalami kenaikan tekanan darah melebihi rentang normal seseorang tidak merasakan atau memiliki tanda dan gejala. Beberapa orang hanya merasa sakit kepala, sesak nafas atau mengalami mimisan, namun tidak ada tanda dan gejala yang spesifik terkait kenaikan tekanan darah yang melebihi rentang normal. Oleh sebab itu penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi dikenal sebagai “silent killer”.
Rentang normal tekanan darah
| Usia | Tekanan Darah Normal |
| 18-59 tahun | <140/90mmHg |
| >60 tahun | <150/90mmHg |
| Penderita Diabetes Melitus, penderita penyakit pada ginjal, penyakit pada jantung, wanita hamil. | <140/90mmHg |
Terdapat dua jenis hipertensi yang dapat dikelompokkan :
- Primary Hypertension
Tidak ada penyebab yang jelas untuk terjadinya hipertensi. Pada jenis ini hipertensi cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun. - Secondary Hypertension
Pada beberapa orang dapat mengalami hipertensi karena suatu kondisi yang dialami. Hipertensi jenis ini cenderung terjadi tiba-tiba dan biasanya lebih tinggi dari primary hypertension. Berikut beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya hipertensi : - Obstructive sleep apnea
- Masalah pada ginjal
- Masalah pada thyroid
- Cacat pada pembuluh darah (bawaan lahir)
- Mengkonsumsi obat-obat tertentu seperti : pil KB, obat flu, antinyeri.
- Mengkonsumsi alkohol
Hingga saat ini belum diketahui dengan pasti penyebab tekanan darah tinggi. Sebagian besar penderita tekanan darah tinggi tidak memiliki penyebab tunggal. Tekanan pada pembuluh darah tergantung pada beberapa hal seperti:
- Berapa kuat jantung memompa darah
- Berapa besar daya dorong dinding pembuluh darah
- Penyempitan pembuluh darah
- Volume darah
Meskipun penyebab utamanya belum diketahui namun beberapa factor resiko berikut ini turut memberikan kontribusi terhadap munculnya tekanan darah tinggi.
- Riwayat keluarga
Jika anda memiliki orang tua atau kerabat yang menderita tekanan darah tinggi maka anda memiliki resiko juga untuk menderita tekanan darah tinggi. Hal ini juga mungkin saja terjadi pada keturunan berikutnya. Itulah sebabnya anak-anak juga sebaiknya tekanan darahnya juga dipantau dengan rutin. - Usia
Makin bertambah usia seseorang, tekanan darah pun akan meningkat. Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun Anda dapat mengendalikan agar jangan melewati batas atas yang normal. Bertambah usia akan menyebabkan arteri makin kaku sehingga resistensi terhadap aliran darah menjadi lebih besar dan tekanan darah meningkat. - Jenis kelamin
Pada usia 30 – 40 tahun, pria lebih beresiko menderita tekanan darah tinggi dibandingkan wanita. Namun setelah menopause, wanita mempunyai resiko yang sama dengan pria. - Kurangnya aktifitas fisik
Aktifitas fisik sangat baik bagi tubuh terutama jantung kita. Gaya hidup yang tidak banyak bergerak akan meningkatkan resiko penyakit tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner hingga stroke. - Kelebihan berat badan hingga obesitas
Kelebihan berat badan hingga obesitas akan semakin meningkatkan resiko mengalami tekanan darah tinggi. - Konsumsi garam yang berlebihan.
Garam akan menahan cairan di dalam tubuh sehingga volume darah juga meningkat. Dengan meningkatnya volume darah maka tekanan pada pembuluh darahpun juga akan naik. - Merokok
Tidak hanya tembakau dalam rokok yang dapat menaikkan tekanan darah, namun juga bahan kimia dalam tembakau dapat merusak lapisan dinding pembuluh darah arteri. - Mengkonsumsi terlalu sedikit kalium dan vitamin D
- Kalium membantu menyeimbangkan jumlah natrium dalam sel. Jika Anda tidak mengkonsumsi cukup kalium dalam makanan maka dapat menumpuk terlalu banyak natrium dalam darah.
- Vitamin D dapat mempengaruhi enzim yang diproduksi ginjal yang mempengaruhi tekanan darah sehingga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi apabila kekurangan vitamin D. - Mengkonsumsi alkohol terlalu banyak
Mengkonsumsi alkohol terlalu banyak dapat menyebabkan kerusakan pada jantung. - Stress
Tingginya tingkat stress secara bertahap dapat meningkatkan tekanan darah. - Menderita penyakit kronis
Menderita penyakit kronis seperti penyakit pada ginjal, diabetes melitus dapat meningkatkan resiko menderita hiprtensi.
Jika kondisi tekanan darah tinggi tidak ditangani dengan cepat dan tepat maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi komplikasi seperti
- Serangan jantung atau stroke
- Gagal jantung
- Menyempitnya pembuluh darah pada ginjal
- Pembuluh darah pada mata mengalami penebalan, penyempitan atau sobek.
- Gangguan metabolisme tubuh yang menyebabkan meningkatnya trigliserida, menurunnya HDL.
- Masalah pada ingatan.
Mengubah gaya hidup dapat membantu mengontrol tekanan darah. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan terapi pengobatan yang tepat. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengontrol tekanan darah:
- Berkonsultasi dengan Dokter untuk mendapatkan terapi pengobatan untuk mengontrol tekanan darah agar tetap dalam rentang normal.
- Mengkonsumsi makanan sehat dengan rendah garam seperti mengkonsumsi lebih banyak buah-buahan, sayuran, ikan dan makanan olahan susu yang rendah lemak.
- Menurunkan konsumsi garam yaitu hanya 1,5gram atau setara seujung sendok makan (1 sendok makan garam =10gram) per hari bagi penderita hipertensi, diabetes dan penyakit ginjal dan 2,3gram atau setara ¼ sendok makan per hari bagi orang yang sehat.
- Rutin melakukan olahraga minimal 30 menit setiap hari.
- Membatasi konsumsi alkohol.
- Menjaga berat badan agar tetap terkontrol atau menjadi normal.
- Berhenti merokok.
- Memonitoring tekanan darah agar tetap terkontrol.
Sumber :
Tekanan Darah Tinggi (hipertensi)
16 Dec 2016 | Jantung dan Pembuluh Darah |
Tekanan darah merupakan tekanan yang mengalir melalui pembuluh darah melawan dinding pembuluh darah.Tekanan darah tergantung pada:- Berapa banyak darah yang dipompa oleh jantung: makin banyak volumenya maka makin tinggi tekanannya.
- Resistensi pembuluh darah (daya tolak) terhadap aliran darah: makin sempit pembuluh darah makin besar tekanannya. Penyempitan dapat disebabkan oleh terbentuknya plak kolesterol di dinding bagian dalam arteri.
- Tekanan darah sistolik
- Merupakan angka pertama pada tekanan darah yang terbaca.
- Sistolik mengacu pada tekanan darah ketika memompa darah melalui pembuluh darah arteri ke seluruh tubuh. - Tekanan darah diastolik
- Merupakan angka kedua pada tekanan darah yang terbaca.
- Diastolik mengacu pada tekanan darah ketika jantung beristirahat diantara ketukan dneyut jantung.
Pada umumnya ketika mengalami kenaikan tekanan darah melebihi rentang normal seseorang tidak merasakan atau memiliki tanda dan gejala. Beberapa orang hanya merasa sakit kepala, sesak nafas atau mengalami mimisan, namun tidak ada tanda dan gejala yang spesifik terkait kenaikan tekanan darah yang melebihi rentang normal. Oleh sebab itu penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi dikenal sebagai “silent killer”.
Rentang normal tekanan darah
| Usia | Tekanan Darah Normal |
| 18-59 tahun | <140/90mmHg |
| >60 tahun | <150/90mmHg |
| Penderita Diabetes Melitus, penderita penyakit pada ginjal, penyakit pada jantung, wanita hamil. | <140/90mmHg |
Terdapat dua jenis hipertensi yang dapat dikelompokkan :
- Primary Hypertension
Tidak ada penyebab yang jelas untuk terjadinya hipertensi. Pada jenis ini hipertensi cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun. - Secondary Hypertension
Pada beberapa orang dapat mengalami hipertensi karena suatu kondisi yang dialami. Hipertensi jenis ini cenderung terjadi tiba-tiba dan biasanya lebih tinggi dari primary hypertension. Berikut beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya hipertensi : - Obstructive sleep apnea
- Masalah pada ginjal
- Masalah pada thyroid
- Cacat pada pembuluh darah (bawaan lahir)
- Mengkonsumsi obat-obat tertentu seperti : pil KB, obat flu, antinyeri.
- Mengkonsumsi alkohol
Hingga saat ini belum diketahui dengan pasti penyebab tekanan darah tinggi. Sebagian besar penderita tekanan darah tinggi tidak memiliki penyebab tunggal. Tekanan pada pembuluh darah tergantung pada beberapa hal seperti:
- Berapa kuat jantung memompa darah
- Berapa besar daya dorong dinding pembuluh darah
- Penyempitan pembuluh darah
- Volume darah
Meskipun penyebab utamanya belum diketahui namun beberapa factor resiko berikut ini turut memberikan kontribusi terhadap munculnya tekanan darah tinggi.
- Riwayat keluarga
Jika anda memiliki orang tua atau kerabat yang menderita tekanan darah tinggi maka anda memiliki resiko juga untuk menderita tekanan darah tinggi. Hal ini juga mungkin saja terjadi pada keturunan berikutnya. Itulah sebabnya anak-anak juga sebaiknya tekanan darahnya juga dipantau dengan rutin. - Usia
Makin bertambah usia seseorang, tekanan darah pun akan meningkat. Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun Anda dapat mengendalikan agar jangan melewati batas atas yang normal. Bertambah usia akan menyebabkan arteri makin kaku sehingga resistensi terhadap aliran darah menjadi lebih besar dan tekanan darah meningkat. - Jenis kelamin
Pada usia 30 – 40 tahun, pria lebih beresiko menderita tekanan darah tinggi dibandingkan wanita. Namun setelah menopause, wanita mempunyai resiko yang sama dengan pria. - Kurangnya aktifitas fisik
Aktifitas fisik sangat baik bagi tubuh terutama jantung kita. Gaya hidup yang tidak banyak bergerak akan meningkatkan resiko penyakit tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner hingga stroke. - Kelebihan berat badan hingga obesitas
Kelebihan berat badan hingga obesitas akan semakin meningkatkan resiko mengalami tekanan darah tinggi. - Konsumsi garam yang berlebihan.
Garam akan menahan cairan di dalam tubuh sehingga volume darah juga meningkat. Dengan meningkatnya volume darah maka tekanan pada pembuluh darahpun juga akan naik. - Merokok
Tidak hanya tembakau dalam rokok yang dapat menaikkan tekanan darah, namun juga bahan kimia dalam tembakau dapat merusak lapisan dinding pembuluh darah arteri. - Mengkonsumsi terlalu sedikit kalium dan vitamin D
- Kalium membantu menyeimbangkan jumlah natrium dalam sel. Jika Anda tidak mengkonsumsi cukup kalium dalam makanan maka dapat menumpuk terlalu banyak natrium dalam darah.
- Vitamin D dapat mempengaruhi enzim yang diproduksi ginjal yang mempengaruhi tekanan darah sehingga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi apabila kekurangan vitamin D. - Mengkonsumsi alkohol terlalu banyak
Mengkonsumsi alkohol terlalu banyak dapat menyebabkan kerusakan pada jantung. - Stress
Tingginya tingkat stress secara bertahap dapat meningkatkan tekanan darah. - Menderita penyakit kronis
Menderita penyakit kronis seperti penyakit pada ginjal, diabetes melitus dapat meningkatkan resiko menderita hiprtensi.
Jika kondisi tekanan darah tinggi tidak ditangani dengan cepat dan tepat maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi komplikasi seperti
- Serangan jantung atau stroke
- Gagal jantung
- Menyempitnya pembuluh darah pada ginjal
- Pembuluh darah pada mata mengalami penebalan, penyempitan atau sobek.
- Gangguan metabolisme tubuh yang menyebabkan meningkatnya trigliserida, menurunnya HDL.
- Masalah pada ingatan.
Mengubah gaya hidup dapat membantu mengontrol tekanan darah. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan terapi pengobatan yang tepat. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengontrol tekanan darah:
- Berkonsultasi dengan Dokter untuk mendapatkan terapi pengobatan untuk mengontrol tekanan darah agar tetap dalam rentang normal.
- Mengkonsumsi makanan sehat dengan rendah garam seperti mengkonsumsi lebih banyak buah-buahan, sayuran, ikan dan makanan olahan susu yang rendah lemak.
- Menurunkan konsumsi garam yaitu hanya 1,5gram atau setara seujung sendok makan (1 sendok makan garam =10gram) per hari bagi penderita hipertensi, diabetes dan penyakit ginjal dan 2,3gram atau setara ¼ sendok makan per hari bagi orang yang sehat.
- Rutin melakukan olahraga minimal 30 menit setiap hari.
- Membatasi konsumsi alkohol.
- Menjaga berat badan agar tetap terkontrol atau menjadi normal.
- Berhenti merokok.
- Memonitoring tekanan darah agar tetap terkontrol.
Sumber : http://vivahealth.co.id/article/detail/6079/tekanan-darah-tinggi-hipertensi#
BAgus
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat mbak
BalasHapusThanks info nya
BalasHapus